Contoh Kebutuhan Sekunder di Era Modern, Mana yang Perlu Diprioritaskan?

A
Administrator
08 Sep 2025
Contoh Kebutuhan Sekunder di Era Modern, Mana yang Perlu Diprioritaskan?

Siapa di sini yang merasa gajinya cuma numpang lewat? Baru gajian, eh, tahu-tahu sudah habis lagi. Kalau kamu mengalaminya, kemungkinan besar kamu sedang terjebak dalam lingkaran pengeluaran yang tidak terkendali. Sering kali, penyebabnya bukan karena kebutuhan primer, tapi justru kebutuhan sekunder yang jumlahnya makin banyak di era modern ini.

Hidup di zaman serba canggih seperti sekarang memang menawarkan kemudahan yang tak terhingga. Pakaian bagus, gawai terbaru, liburan ke tempat impian, hingga langganan berbagai layanan streaming film dan musik seolah jadi hal wajib. Tapi, sadarkah kamu kalau semua itu termasuk dalam kategori kebutuhan sekunder?

Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan, status sosial, dan kualitas hidup. Berbeda dengan kebutuhan primer (makanan, sandang, dan papan) yang sifatnya mutlak, kebutuhan sekunder ini fleksibel dan bisa ditunda. Masalahnya, di zaman ini, batasan antara kebutuhan primer dan sekunder sering kali jadi kabur. Beli smartphone terbaru yang harganya belasan juta, misalnya, dulu mungkin dianggap mewah. Sekarang, rasanya hampir semua orang punya.

Jadi, apa saja sih contoh kebutuhan sekunder di era modern ini? Dan yang lebih penting, bagaimana cara memprioritaskannya agar dompet tidak jebol?

Konsultasi Gratis Sekarang!

 

Kebutuhan Sekunder: Antara Gaya Hidup dan Kualitas Hidup

Dulu, kebutuhan sekunder mungkin hanya sebatas barang-barang mewah. Tapi di era digital, daftarnya semakin panjang dan bervariasi. Berikut beberapa contohnya yang paling sering kita jumpai sehari-hari:

 

Hiburan dan Gaya Hidup Digital

Di era ini, hiburan tidak lagi hanya sebatas menonton televisi gratis. Kita dimanjakan dengan berbagai pilihan, mulai dari layanan streaming film seperti Netflix dan Disney+ Hotstar, platform musik seperti Spotify dan Joox, hingga paket data internet yang selalu aktif untuk berselancar di media sosial. Kebutuhan ini seolah tak terpisahkan dari gaya hidup modern. Rasanya kurang gaul kalau tidak ikut nonton serial yang lagi viral atau tidak bisa scroll TikTok di mana saja. Semua ini memang menyenangkan, tapi kalau diakumulasi, biayanya bisa menguras kantong. Coba hitung, berapa banyak uang yang kamu habiskan setiap bulan untuk semua langganan digital ini? Jumlahnya pasti lumayan.

 

Teknologi dan Gawai

Smartphone, laptop, smartwatch, hingga earphone nirkabel bukan lagi barang langka. Bahkan, bagi sebagian orang, gawai terbaru sudah jadi simbol status sosial. Padahal, sering kali kita membeli gawai baru bukan karena yang lama sudah rusak, melainkan karena tergoda dengan fitur-fitur baru atau desain yang lebih keren. Dorongan untuk selalu punya yang paling mutakhir inilah yang sering membuat pengeluaran membengkak. Coba renungkan, apakah kamu benar-benar butuh smartphone dengan kamera terbaru atau cukup dengan yang sudah kamu miliki sekarang?

 

Pakaian dan Aksesori

Tren fashion yang terus berubah juga menjadi salah satu pemicu pengeluaran kebutuhan sekunder. Setiap musim, selalu ada model baru yang muncul. Media sosial dan influencer seolah memaksakan kita untuk terus mengikuti tren agar terlihat up-to-date. Padahal, memiliki banyak pakaian belum tentu membuat kita lebih bahagia. Membeli pakaian yang memang kita butuhkan dan nyaman dipakai jauh lebih penting daripada sekadar mengikuti tren. Kualitas lebih baik daripada kuantitas, kan?

Cek juga : Investasi Jangka Panjang Terbaik yang Bisa Kamu Pilih

 

Mengapa Prioritas Itu Penting?

Tanpa sadar, kita sering terjebak dalam perangkap "punya itu rasanya harus punya ini". Ketika teman-temanmu liburan ke Bali, rasanya kamu juga harus. Ketika mereka beli motor baru, rasanya kamu juga harus. Padahal, setiap orang punya kemampuan finansial yang berbeda. Memaksa diri untuk memenuhi semua kebutuhan sekunder tanpa memprioritaskan yang paling penting bisa berujung pada masalah finansial yang serius, salah satunya adalah lilitan utang.

Jika kamu tidak bisa memprioritaskan kebutuhan sekunder, ada beberapa dampak negatif yang mungkin terjadi:

 

Stres dan Kecemasan Finansial

Ketika cicilan pinjaman menumpuk, pikiranmu akan terus dipenuhi rasa cemas. Kapan lagi bayar ini, kapan lagi bayar itu. Rasanya tidak pernah tenang. Hal ini bisa berdampak pada kesehatan mental dan bahkan produktivitas kerjamu. Hidup jadi terasa berat dan tidak menyenangkan.

 

Keterbatasan Akses untuk Hal Penting

Karena terlalu banyak uang yang habis untuk kebutuhan sekunder, kamu mungkin tidak punya cukup dana untuk hal-hal yang lebih penting, seperti tabungan dana darurat, investasi, atau bahkan biaya tak terduga seperti berobat saat sakit. Akibatnya, saat ada masalah finansial, kamu jadi tidak punya pegangan.

 

Kualitas Hubungan yang Menurun

Masalah uang sering kali menjadi pemicu pertengkaran dalam hubungan. Entah dengan pasangan, keluarga, atau teman. Jika pengeluaranmu tidak terkontrol, bisa jadi kamu akan berutang kepada orang-orang terdekat dan akhirnya merusak hubungan baik yang sudah terjalin.

Konsultasi Gratis Sekarang!

 

Tips Cerdas Memprioritaskan Kebutuhan Sekunder

Mengatur keuangan itu butuh niat dan disiplin. Tidak bisa hanya sekadar "nanti sajalah". Yuk, mulai sekarang, kita coba beberapa tips berikut agar kamu bisa lebih bijak dalam memprioritaskan kebutuhan sekunder:

 

Buat Anggaran yang Realistis

Langkah pertama dan paling penting adalah membuat anggaran. Tulis semua pemasukan dan pengeluaranmu. Pisahkan antara kebutuhan primer dan sekunder. Alokasikan persentase yang jelas untuk masing-masing pos. Misalnya, 50% untuk kebutuhan primer, 30% untuk kebutuhan sekunder, dan 20% untuk tabungan dan investasi. Dengan begitu, kamu bisa melihat dengan jelas ke mana saja uangmu mengalir.

 

Tentukan Prioritas yang Paling Penting

Setelah membuat anggaran, sekarang saatnya menentukan mana kebutuhan sekunder yang paling penting. Apakah langganan gym lebih penting daripada streaming film? Apakah gadget terbaru lebih penting daripada liburan? Tanyakan pada dirimu sendiri, mana yang benar-benar memberikan nilai tambah bagi hidupmu. Prioritaskan yang paling memberikan kebahagiaan dan manfaat jangka panjang.

 

Jauhi Gaya Hidup Boros

Boros itu bukan cuma membeli barang mahal, tapi juga membeli barang yang tidak dibutuhkan. Hindari impulse buying atau belanja dadakan hanya karena lapar mata. Selalu pikirkan dua kali sebelum membeli sesuatu. Tanyakan pada dirimu sendiri, "Apakah aku benar-benar membutuhkannya?"

 

Cari Alternatif yang Lebih Hemat

Tidak semua kebutuhan sekunder harus mahal. Kamu bisa mencari alternatif yang lebih hemat. Misalnya, daripada langganan semua layanan streaming, pilih salah satu yang paling sering kamu tonton. Daripada beli kopi di kafe setiap hari, coba bikin sendiri di rumah. Hal-hal kecil seperti ini jika dilakukan secara konsisten bisa menghemat banyak uang.

 

Jangan Gengsi untuk Menghemat

Di era media sosial ini, banyak orang terjebak dalam gaya hidup "gengsi". Gengsi kalau tidak punya ini, gengsi kalau tidak bisa beli itu. Padahal, tidak ada yang salah dengan berhemat. Justru, orang yang cerdas secara finansial adalah mereka yang tahu bagaimana mengelola uangnya dengan baik, bukan mereka yang selalu terlihat paling kaya di media sosial.

 

Pertanyaan Umum (FAQ)

Apa yang dimaksud dengan kebutuhan sekunder?

Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan, kualitas hidup, dan status sosial. Contohnya seperti hiburan, teknologi, dan liburan.

 

Kebutuhan primer adalah kebutuhan dasar yang mutlak harus dipenuhi untuk bertahan hidup, seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal. Sedangkan kebutuhan sekunder adalah kebutuhan yang bisa ditunda.

 

Caranya adalah dengan membuat anggaran, menentukan prioritas yang paling penting, menjauhi gaya hidup boros, mencari alternatif yang lebih hemat, dan tidak gengsi untuk berhemat.

 

Mengatur keuangan di era modern memang penuh tantangan. Godaan untuk memenuhi kebutuhan sekunder sangat besar. Tapi, dengan kesadaran dan disiplin, kamu bisa memprioritaskan pengeluaran, menghindari jebakan utang, dan mencapai kebebasan finansial.

Ingat, mengutamakan kebutuhan sekunder tanpa batas hanya akan membuat hidupmu terbebani. Sebaliknya, dengan bijak mengelola uang, kamu akan bisa lebih tenang dan menikmati hidup. Jika saat ini kamu merasa kesulitan, jangan ragu untuk mencari bantuan.

Konsultasi Gratis Sekarang!

Butuh Bantuan Mediasi Utang?

Tim ahli kami siap membantu Anda menyelesaikan masalah hutang pinjaman online. Konsultasi GRATIS!

Konsultasi via WhatsApp
Bisalunas Logo

Solusi finansial terpercaya untuk membantu Anda mencapai kebebasan finansial dengan aman dan nyaman.

Kontak

  • Menara Anugrah, Lt. 16, Unit 16.A, Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot. 8.6-8.7, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, 12950
  • 0858-6600-6000
  • cs@bisalunas.id

Terdaftar di Komdigi

015358.01/DJAI.PSE/08/2024

Perhatian

  1. 1. Bisalunas merupakan layanan mediasi yang membantu masyarakat yang memiliki kendala dalam pembayaran pinjaman daring dengan cara menjembatani komunikasi antara debitur dan pihak pemberi pinjaman secara legal, manusiawi, dan transparan.
  2. 2. Bisalunas bukan lembaga keuangan, bukan penyedia pinjaman (lender), dan tidak melakukan kegiatan penagihan atau pemberian dana dalam bentuk apa pun. Peran Bisalunas terbatas pada proses mediasi agar tercapai kesepakatan yang adil antara kedua pihak.
  3. 3. Pengguna layanan disarankan untuk memahami sepenuhnya risiko, ketentuan, dan kemampuan finansialnya sebelum menyetujui hasil mediasi atau rencana pembayaran. Bisalunas akan memberikan panduan dan informasi secara objektif, namun tidak menjanjikan penghapusan, pengurangan, ataupun keberhasilan negosiasi dalam jumlah tertentu.
  4. 4. Dalam pelaksanaan layanan, Bisalunas dapat mengumpulkan dan mengelola data pribadi pengguna sesuai dengan persetujuan eksplisit yang diberikan oleh pengguna. Seluruh data digunakan hanya untuk keperluan mediasi dan dijaga sesuai dengan peraturan perlindungan data pribadi yang berlaku di Indonesia.
  5. 5. Dengan menggunakan layanan Bisalunas, pengguna dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui seluruh ketentuan ini. Keputusan untuk melanjutkan proses mediasi berarti pengguna menyadari sepenuhnya peran, batasan, serta tanggung jawab masing-masing pihak.
  6. 6. Bisalunas berkomitmen untuk menjalankan kegiatan secara etis, transparan, dan sesuai hukum, demi membantu masyarakat menyelesaikan permasalahan pinjaman online secara bertanggung jawab dan bermartabat.

© 2025 Bisalunas. Seluruh hak cipta dilindungi.

Bisalunas

Bisalunas Verified

Fast Response

Sulit atur tagihan pinjol? Yuk, cari solusi bersama Bisalunas. Kami bantu mediasi untuk mengurangi beban tagihan kamu. Konsultasi GRATIS!