Bisalunas Logo
Tips Keuangan

Kenapa Banyak Orang Salah Strategi Saat Utang Sudah Macet?

A
Administrator
11 Feb 2026
Kenapa Banyak Orang Salah Strategi Saat Utang Sudah Macet?

Ketika utang sudah macet, kebanyakan orang panik. Telepon dari penagih datang bertubi-tubi, bunga terus berjalan, dan tekanan mental meningkat setiap hari. Sayangnya, dalam kondisi emosional seperti ini, banyak orang justru mengambil keputusan yang salah.


Alih-alih menyelesaikan masalah, strategi yang keliru justru membuat beban utang makin besar dan makin sulit dikendalikan.


Lalu sebenarnya, kesalahan apa saja yang paling sering terjadi?


Mengambil Utang Baru untuk Menutup Utang Lama


Ini kesalahan paling umum.


Banyak orang memilih gali lubang tutup lubang: pinjam dari kartu kredit lain, KTA baru, bahkan pinjaman online, hanya untuk membayar cicilan yang macet.


Sekilas terlihat seperti solusi cepat. Tapi secara matematis, ini memperbesar total bunga dan risiko gagal bayar berikutnya. Anda tidak menyelesaikan masalah pokok, hanya memindahkan tekanan ke tempat lain.


Jika sumber masalahnya adalah cash flow yang sudah tidak sehat, menambah utang baru hanya mempercepat kehancuran finansial.


Menghindar dari Pihak Bank atau Penagih


Sebagian orang memilih memblokir nomor, menghindari komunikasi, atau bahkan mengganti nomor HP.


Strategi ini tidak menyelesaikan apa pun. Justru biasanya:




  • Bunga dan denda tetap berjalan




  • Status kolektibilitas makin buruk




  • Risiko penagihan makin intens




Dalam banyak kasus, bank sebenarnya terbuka untuk negosiasi restrukturisasi atau keringanan, tetapi komunikasi harus tetap dijaga.


Membayar Tanpa Strategi Negosiasi


Ini yang jarang disadari.


Ada orang yang sudah punya dana untuk membayar sebagian utang, tetapi langsung transfer begitu saja tanpa negosiasi terlebih dahulu.


Padahal dalam kondisi tertentu, terutama jika sudah menunggak cukup lama, sering kali ada peluang:




  • Penghapusan sebagian bunga




  • Diskon pelunasan (settlement)




  • Skema cicilan ulang yang lebih ringan




Tanpa strategi mediasi yang tepat, Anda bisa saja membayar lebih dari yang seharusnya.


Percaya Solusi Instan yang Tidak Jelas Legalitasnya


Ketika sedang tertekan, orang mudah tergoda dengan janji:




  • “Bisa hapus utang 100%”




  • “Blacklist SLIK bisa hilang dalam seminggu”




  • “Tidak perlu bayar sama sekali”




Secara hukum dan sistem perbankan di Indonesia, klaim seperti ini sangat patut dicurigai. Sistem seperti SLIK OJK memiliki mekanisme resmi, bukan sesuatu yang bisa “dibersihkan” secara instan tanpa proses.


Jika ada yang menawarkan jalan pintas tanpa transparansi, justru berisiko menambah kerugian.


Tidak Menghitung Ulang Kondisi Keuangan Secara Realistis


Banyak orang fokus pada cicilan, tapi tidak menghitung:




  • Total sisa pokok




  • Total bunga berjalan




  • Rasio cicilan terhadap penghasilan




  • Aset yang bisa dioptimalkan




Tanpa gambaran utuh, strategi yang diambil hanya berdasarkan perasaan, bukan angka.


Padahal penyelesaian utang yang efektif selalu berbasis pada perhitungan dan negosiasi terstruktur.


Strategi yang Lebih Tepat Saat Utang Sudah Macet


Jika utang sudah masuk kategori macet (kolektibilitas 3–5), pendekatannya berbeda dibanding sekadar telat bayar.


Beberapa langkah yang lebih rasional:




  1. Evaluasi total kewajiban secara menyeluruh




  2. Prioritaskan utang dengan risiko hukum atau bunga tertinggi




  3. Buka komunikasi resmi dengan pihak bank




  4. Ajukan restrukturisasi atau skema keringanan




  5. Gunakan mediasi profesional jika diperlukan




Mediasi bukan berarti menghindari kewajiban. Justru sebaliknya, mediasi bertujuan mencari titik temu yang realistis antara kemampuan bayar debitur dan kebijakan kreditur.


Kenapa Banyak Orang Tetap Salah Strategi?


Karena keputusan diambil saat panik.


Saat emosi mendominasi, orang cenderung:




  • Mencari solusi tercepat




  • Menghindari rasa tidak nyaman




  • Percaya janji instan




Padahal penyelesaian utang adalah proses negosiasi dan perhitungan, bukan sekadar bayar atau tidak bayar.


Kalau boleh jujur dan kritis: sering kali masalahnya bukan hanya utangnya, tetapi pola pengambilan keputusan finansial yang reaktif dan tanpa strategi.


Utang macet bukan akhir segalanya. Namun strategi yang salah bisa membuat situasi jauh lebih buruk.


Kesalahan paling umum adalah:




  • Gali lubang tutup lubang




  • Menghindar dari komunikasi




  • Membayar tanpa negosiasi




  • Percaya solusi instan




  • Tidak membuat perhitungan realistis




Solusi yang lebih efektif adalah pendekatan terstruktur, legal, dan berbasis negosiasi.


Jika Anda sedang menghadapi masalah kartu kredit atau KTA yang sudah macet, yang dibutuhkan bukan panik tetapi strategi yang tepat.

Pertanyaan Umum (FAQ)

Ya. Dalam banyak kasus, bank atau lembaga pembiayaan membuka opsi restrukturisasi, keringanan bunga, atau settlement, tergantung kondisi dan riwayat pembayaran debitur.

Jika negosiasi mandiri tidak membuahkan hasil, atau Anda kesulitan memahami skema restrukturisasi dan perhitungan settlement, mediasi profesional bisa membantu proses menjadi lebih terstruktur.

Ya. Keterlambatan pembayaran dan status macet akan tercatat dalam sistem SLIK dan dapat memengaruhi pengajuan kredit di masa depan.

Butuh Bantuan Mediasi Utang?

Tim ahli kami siap membantu Anda menyelesaikan masalah hutang pinjaman online. Konsultasi GRATIS!

Konsultasi via WhatsApp
Bisalunas Logo

Solusi finansial terpercaya untuk membantu Anda mencapai kebebasan finansial dengan aman dan nyaman.

Kontak

  • Menara Anugrah, Lt. 16, Unit 16.A, Jl. Dr. Ide Anak Agung Gde Agung Lot. 8.6-8.7, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, 12950
  • 0858-6600-6000
  • cs@bisalunas.id

Terdaftar di Komdigi

015358.01/DJAI.PSE/08/2024

Perhatian

  1. 1. Bisalunas merupakan layanan mediasi yang membantu masyarakat yang memiliki kendala dalam pembayaran pinjaman daring dengan cara menjembatani komunikasi antara debitur dan pihak pemberi pinjaman secara legal, manusiawi, dan transparan.
  2. 2. Bisalunas bukan lembaga keuangan, bukan penyedia pinjaman (lender), dan tidak melakukan kegiatan penagihan atau pemberian dana dalam bentuk apa pun. Peran Bisalunas terbatas pada proses mediasi agar tercapai kesepakatan yang adil antara kedua pihak.
  3. 3. Pengguna layanan disarankan untuk memahami sepenuhnya risiko, ketentuan, dan kemampuan finansialnya sebelum menyetujui hasil mediasi atau rencana pembayaran. Bisalunas akan memberikan panduan dan informasi secara objektif, namun tidak menjanjikan penghapusan, pengurangan, ataupun keberhasilan negosiasi dalam jumlah tertentu.
  4. 4. Dalam pelaksanaan layanan, Bisalunas dapat mengumpulkan dan mengelola data pribadi pengguna sesuai dengan persetujuan eksplisit yang diberikan oleh pengguna. Seluruh data digunakan hanya untuk keperluan mediasi dan dijaga sesuai dengan peraturan perlindungan data pribadi yang berlaku di Indonesia.
  5. 5. Dengan menggunakan layanan Bisalunas, pengguna dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui seluruh ketentuan ini. Keputusan untuk melanjutkan proses mediasi berarti pengguna menyadari sepenuhnya peran, batasan, serta tanggung jawab masing-masing pihak.
  6. 6. Bisalunas berkomitmen untuk menjalankan kegiatan secara etis, transparan, dan sesuai hukum, demi membantu masyarakat menyelesaikan permasalahan pinjaman online secara bertanggung jawab dan bermartabat.

© 2025 Bisalunas. Seluruh hak cipta dilindungi.

Bisalunas

Bisalunas Verified

Fast Response

Sulit atur tagihan pinjol? Yuk, cari solusi bersama Bisalunas. Kami bantu mediasi untuk mengurangi beban tagihan kamu. Konsultasi GRATIS!