Lagi santai di rumah, tiba-tiba ada telepon atau WA masuk. Isinya nada tinggi, "Tolong segera bayar tagihan Anda atas nama X!"
Kaget? Pasti. Bingung? Jelas.
Anda cek semua aplikasi pinjol, riwayat rekening, bahkan bertanya ke pasangan. Hasilnya nihil. Anda 100% yakin tidak pernah meminjam uang dari aplikasi yang disebutkan si penagih. Tapi, kenapa collector (DC) itu bisa tahu nama lengkap dan nomor HP Anda?
Ini adalah situasi yang makin sering terjadi. Banyak orang jadi korban teror penagihan salah sasaran. Masalahnya, banyak yang tidak tahu harus berbuat apa. Ada yang saking takutnya langsung transfer uang, ada yang panik sampai depresi, ada juga yang balas memaki—yang justru bisa memperburuk keadaan.
Tenang dulu. Jika Anda mengalami ini, Anda tidak sendiri. Yang penting, jangan panik dan jangan ambil keputusan gegabah. Artikel ini akan memandu Anda langkah demi langkah apa yang harus dilakukan jika Anda ditagih kolektor pinjol padahal tidak meminjam.
Cek juga: Pinjol Sering Telepon Kontak Darurat, Ini Cara Menghentikannya
Kenapa Ini Bisa Terjadi? Mengurai Akar Masalah
Sebelum kita bahas solusinya, kita perlu paham dulu kenapa nama Anda bisa tersangkut. Mengetahui akarnya akan membuat Anda lebih tenang karena sadar bahwa ini kemungkinan besar bukan kesalahan Anda.
KTP Anda Mungkin Disalahgunakan (Data Pribadi Bocor)
Ini adalah skenario yang paling umum dan cukup serius. Data pribadi, terutama KTP (yang berisi NIK), adalah kunci untuk mengajukan pinjaman online. Data ini bisa bocor dari mana saja: dari aplikasi lain yang pernah Anda gunakan, dari formulir fisik yang Anda isi di suatu tempat, atau bahkan dari oknum yang sengaja menjual data Anda.
Ketika data ini jatuh ke tangan orang yang tidak bertanggung jawab, mereka bisa menggunakannya untuk mengajukan pinjaman atas nama Anda. Mereka sengaja memasukkan nomor HP yang salah (atau nomor HP mereka yang sudah tidak aktif) saat mendaftar, tapi menggunakan data KTP Anda. Saat tagihan macet, kolektor akan melacak data Anda (termasuk nomor HP Anda yang sebenarnya) dan mulai melakukan penagihan.
Anda Dijadikan Kontak Darurat (Tanpa Izin)
Kemungkinan kedua, ada orang lain—bisa teman, saudara, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal baik—yang menggunakan nomor Anda sebagai "kontak darurat" saat mereka mengajukan pinjaman. Banyak aplikasi pinjol tidak melakukan verifikasi ketat terhadap kontak darurat.
Ketika si peminjam asli gagal bayar dan tidak bisa dihubungi, kolektor akan beralih ke target berikutnya: kontak darurat. Secara aturan OJK, DC seharusnya hanya boleh menghubungi kontak darurat untuk menanyakan keberadaan si peminjam, bukan untuk menagih. Tapi di lapangan, banyak DC nakal yang tidak peduli aturan dan langsung menekan kontak darurat seolah-olah Anda yang berhutang.
Kesalahan Data (Human Error) Pihak Pinjol
Meskipun jarang, ini bisa terjadi. Pihak entry data pinjol bisa saja salah mengetik nomor telepon atau data lain, sehingga tagihan nyasar ke Anda. Atau, nama Anda kebetulan mirip dengan peminjam yang sebenarnya, dan kolektor salah mengidentifikasi target penagihan.
Diteror Kolektor Pinjol? Ini yang Harus Anda Lakukan (Bukan Menghindar)
Oke, sekarang Anda sudah tahu kemungkinannya. Apapun alasannya, intinya satu: Anda ditagih untuk hutang yang bukan milik Anda. Respons pertama Anda sangat menentukan.
Langkah 1: Tetap Tenang, Jangan Terpancing Emosi
Ini adalah aturan emasnya. Kolektor pinjol, terutama yang tidak beretika, seringkali menggunakan taktik intimidasi, ancaman, atau bahasa kasar. Mereka sengaja melakukan ini untuk membuat Anda panik. Semakin Anda panik atau emosi, semakin mereka merasa di atas angin.
Tarik napas. Ingat, Anda tidak salah. Saat mereka menelepon, jawab dengan tenang dan profesional. Jangan memaki balik. Cukup katakan: "Maaf, saya rasa Anda salah orang. Saya tidak pernah memiliki pinjaman di [nama aplikasi]."
Jika mereka memaksa, jangan berdebat panjang lebar. Cukup minta bukti bahwa Anda yang meminjam. Minta data lengkap pinjaman tersebut: kapan pinjaman diambil, berapa jumlahnya, dan nomor kontraknya. DC yang sah seharusnya punya data ini, tapi DC yang menagih Anda kemungkinan besar tidak bisa memberikannya secara detail.
Langkah 2: Jangan Pernah Membayar atau Memberi Data Apapun
Ini sangat penting. Saking takutnya atau ingin masalah cepat selesai, beberapa orang berpikir, "Ya sudahlah, bayar saja Rp 50.000 biar dia diam."
Jangan lakukan ini.
Sekali Anda membayar (meskipun jumlahnya kecil), Anda secara tidak langsung "mengakui" hutang tersebut. Nama Anda akan ditandai di sistem mereka sebagai target yang responsif. Alih-alih berhenti, terornya justru akan berlanjut. Mereka akan berpikir, "Oh, orang ini mau bayar," dan akan terus menagih Anda untuk sisa hutang (yang fiktif) atau bahkan hutang-hutang lainnya.
Selain itu, jangan pernah memberikan data pribadi tambahan. Jika mereka meminta data KTP, nomor rekening, atau nama ibu kandung untuk "verifikasi," jangan berikan. Anda tidak perlu memverifikasi apapun kepada mereka.
Langkah 3: Kumpulkan Semua Bukti Penagihan
Perlakukan ini seperti kasus serius, karena memang berpotensi serius (melibatkan pencurian data). Jangan langsung menghapus chat atau memblokir nomornya sebelum Anda mengumpulkan bukti.
Lakukan screenshot (tangkap layar) semua chat WA dari kolektor. Catat nomor telepon yang mereka gunakan. Jika mereka menelepon, usahakan untuk merekam percakapan tersebut (banyak smartphone punya fitur ini).
Bukti-bukti ini sangat krusial jika Anda perlu mengambil langkah lebih lanjut, seperti membuat laporan ke pihak berwajib atau ke OJK. Tanpa bukti, laporan Anda akan dianggap angin lalu.
Cara Menghentikan Teror DC Salah Sasaran Secara Efektif
Setelah Anda tenang dan punya bukti, saatnya mengambil tindakan nyata untuk menghentikan gangguan ini.
Hubungi Pihak Pinjol Resmi (Jika Legal)
Cari tahu dulu apakah aplikasi pinjol yang disebutkan si kolektor itu legal dan terdaftar di OJK atau tidak. Anda bisa cek daftarnya di website OJK.
Jika pinjol tersebut legal, segera hubungi customer service resmi mereka (cari email atau nomor telepon resmi di website mereka, jangan dari si kolektor). Jelaskan situasinya dengan runut dan tenang. Sampaikan bahwa Anda menerima tagihan dari kolektor mereka atas nama Anda, padahal Anda tidak pernah meminjam.
Lampirkan bukti screenshot chat atau rekaman telepon dari DC tersebut. Minta mereka untuk melakukan investigasi internal dan segera menghentikan penagihan ke nomor Anda. Pinjol legal yang reputasinya baik biasanya akan kooperatif karena mereka tidak mau terlibat masalah penagihan salah sasaran atau ulah DC nakal.
Blokir, Abaikan, dan Laporkan (Jika Ilegal atau Bandel)
Bagaimana jika pinjolnya ilegal? Atau jika pinjol legal tapi DC-nya tetap bandel?
Jangan buang waktu berdebat. Setelah Anda punya cukup bukti, segera blokir nomor tersebut. Jangan layani lagi. Biasanya, DC akan pindah ke target lain yang lebih responsif jika Anda konsisten mengabaikan mereka.
Selain itu, laporkan nomor tersebut ke OJK melalui email waspadainvestasi@ojk.go.id atau ke AFPI (Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia) jika itu pinjol legal. Anda juga bisa melaporkannya ke Kominfo melalui aduankonten.id jika ada unsur ancaman atau penyebaran data pribadi.
Cek Skor Kredit Anda di SLIK OJK
Ini adalah langkah proaktif untuk memastikan data Anda benar-benar aman. Jika Anda curiga KTP Anda digunakan orang lain, ada baiknya Anda mengecek riwayat kredit Anda di SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) OJK, yang dulu dikenal sebagai BI Checking.
Pengecekan ini sekarang bisa dilakukan secara online. Jika ternyata di sana tercatat ada pinjaman atas nama Anda yang tidak Anda ketahui, berarti Anda harus segera mengurusnya ke bank atau lembaga keuangan terkait dan membuat laporan polisi terkait pencurian data.
Bagaimana Jika Sebenarnya Anda Memang Meminjam?
Artikel ini memang fokus membahas penagihan salah sasaran. Tapi, kami di Bisalunas paham, banyak juga orang yang mencari solusi "diteror DC" karena alasan yang berbeda.
Mungkin Anda membaca ini bukan karena salah sasaran, tapi karena Anda memang punya pinjaman yang macet. Anda panik, bingung, dan sudah tidak sanggup lagi membayar cicilan yang membengkak karena denda dan bunga. Anda merasa teror kolektor itu sudah di luar batas wajar.
Jika Anda berada di posisi ini, percayalah, menghindar atau ganti nomor bukanlah solusi. Itu hanya akan menunda masalah dan membuatnya makin besar. Data Anda sudah tercatat, dan tagihan itu akan terus ada.
Bisalunas: Program untuk Masalah Pinjol yang Nyata
Di sinilah Bisalunas hadir. Kami bukan pinjol. Kami adalah perusahaan mediasi profesional yang membantu Anda menyelesaikan masalah hutang pinjol dengan cara yang lebih ringan, legal, dan manusiawi.
Kami mengerti bahwa masalah keuangan bisa menimpa siapa saja. Tujuan kami adalah membantu Anda mendapatkan keringanan, bukan menghakimi.
Melalui program ini, tim kami akan menjadi perantara antara anda dan pihak pinjol. Kami akan bernegosiasi untuk mendapatkan solusi terbaik, seperti:
- Bagaimana agar Anda bisa mendapatkan total tagihan yang lebih ringan dan disepakati kedua pihak.
- Tercapainya kesepakatan pelunasan yang adil dan jelas, sehingga Anda bisa fokus menyelesaikan kewajiban secara bertahap dan hidup lebih tenang.
Kami membantu Anda agar bisa berkomunikasi secara efektif dengan kreditur melalui perantara yang berpengalaman. Tujuannya agar tercapai kesepakatan yang masuk akal bagi kedua belah pihak, tanpa ada yang merasa dirugikan.
Pertanyaan Umum (FAQ)
Apa yang harus saya katakan pertama kali saat kolektor menelepon?
Jawab dengan tenang: "Selamat pagi/siang. Maaf, bisa diinformasikan ini tagihan atas nama siapa dan dari aplikasi apa? Mohon maaf, saya tidak pernah merasa memiliki pinjaman di aplikasi tersebut. Sepertinya Anda salah orang." Jangan berikan informasi pribadi apapun.
Kolektor mengancam akan menyebar data saya ke kontak, padahal saya tidak pinjam. Bagaimana?
Ini adalah tindakan ilegal (pelanggaran UU ITE dan UU Perlindungan Data Pribadi). Segera kumpulkan bukti ancamannya (screenshot). Laporkan ke pihak pinjol resmi (jika legal) dan ke Satgas Waspada Investasi OJK serta platform media sosial yang digunakan (jika disebar di sana).
Apakah saya perlu lapor polisi jika ditelepon kolektor padahal tidak pinjam?
Jika hanya sekadar salah sasaran dan berhenti setelah Anda klarifikasi, mungkin tidak perlu. Tapi, jika penagihan sudah masuk ke ranah ancaman kekerasan, pemerasan, atau Anda punya bukti kuat KTP Anda dipalsukan untuk meminjam, maka membuat Laporan Polisi adalah langkah yang tepat untuk melindungi diri Anda.
Mengalami teror penagihan, baik itu salah sasaran atau karena memang sedang kesulitan bayar, pasti menguras mental.
Jika Anda menjadi korban salah sasaran, ikuti panduan di atas: tetap tenang, kumpulkan bukti, dan laporkan. Jangan biarkan mereka mengintimidasi Anda.
Namun, jika Anda membaca ini dan merasa butuh bantuan untuk menyelesaikan lilitan pinjol yang memang Anda miliki, jangan merasa sendirian.
Masalah keuangan bisa diselesaikan pelan-pelan, asal tahu caranya. Bisalunas siap membantu Anda menemukan jalan keluar yang lebih ringan melalui mediasi profesional.